Sekjen PBB: Likuiditas Diperlukan Untuk Membendung Krisis Ekonomi dan Kemanusiaan Afghanistan

- 13 Oktober 2021, 10:35 WIB
Pengungsi afghanistan
Pengungsi afghanistan /World

OKEJAMBI.COM - Komunitas internasional harus menemukan cara untuk menyuntikkan uang tunai langsung ke ekonomi Afghanistan untuk mencegah kehancuran totalnya. Karena krisis kemanusiaan yang berkembang berdampak pada setengah populasi, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin, 11 Oktober 2021.

Guterres, berbicara kepada wartawan di markas besar PBB. Juga menuduh Taliban melanggar janji yang mereka buat setelah merebut kekuasaan pada Agustus untuk menegakkan hak-hak perempuan dan anak perempuan, termasuk mengizinkan anak perempuan bersekolah.

Baca Juga: November Omoshiroi! Selain 'Kore Kaite Shine' Akan Rilis Manga 'An Gura', Tentang Tokyo Tahun 60-an

“Janji yang dilanggar menyebabkan mimpi buruk bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan,” kata Guterres.

Gutteres juga menegaskan tidak ada cara untuk memulihkan ekonomi jika Taliban terus melarang perempuan bekerja. Komentarnya menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan langkah-langkah untuk meredakan krisis ekonomi dan kemanusiaan yang telah berkembang sejak Taliban mengambil alih kekuasaan ketika intervensi militer AS selama 20 tahun berakhir.

Baca Juga: Tuduhan Kecurangan Data Terhadap Kepala IMF Gagal

Pengambilalihan oleh kelompok Islamis membuat miliaran aset bank sentral dibekukan dan lembaga keuangan internasional menangguhkan akses ke dana, meskipun bantuan kemanusiaan terus berlanjut. Bank kehabisan uang, pegawai negeri belum dibayar dan harga pangan melonjak.

“Krisis ini mempengaruhi setidaknya 18 juta orang – setengah dari populasi negara itu,” kata Guterres.

Baca Juga: Presiden Taiwan Berjanji Akan Membela Kedaulatan Demokrasi

Halaman:

Editor: Anisa Nabilah Hidayati


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X